Sep 27, 2024 Tinggalkan pesan

Cara Membasmi Gulma Dengan Garam

Berurusan dengan gulma di kebun adalah tugas yang ditakuti sebagian besar tukang kebun. Mencabutnya dengan tangan memakan waktu dan berulang-ulang, namun banyak tukang kebun juga ingin menghindari penggunaan herbisida kimia yang tersedia secara komersial karena dapat menimbulkan risiko lingkungan dan kesehatan.

Meskipun demikian, ada beberapa herbisida tidak beracun yang dapat digunakan untuk mengendalikan gulma di kebun secara efektif, yaitu garam meja. Meskipun tidak ada herbisida yang dapat diberi label benar-benar 'tidak berbahaya' di kebun (tujuan utamanya adalah untuk membunuh tanaman yang tidak diinginkan!), garam (atau natrium klorida) adalah solusi alami yang bekerja dengan baik pada gulma yang mengganggu.

Bisakah Garam Digunakan untuk Membasmi Gulma?

Singkatnya, garam adalah herbisida tidak beracun yang efektif. Namun, tidak semua garam diciptakan sama dalam hal pengendalian gulma. Garam meja beryodium atau tidak beryodium biasa harus digunakan. Periksa kemasannya untuk memastikan Anda menggunakan natrium klorida, bukan magnesium sulfat (garam Epsom), garam batu, atau garam laut.

Bila menggunakan garam sebagai herbisida, penggunaannya harus hati-hati. Ia dapat dengan mudah membunuh tanaman di sekitarnya, atau meresap ke dalam tanah dan mempengaruhi kesehatan jangka panjang. Terlalu banyak garam bahkan dapat mensterilkan tanah seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, cara ini paling efektif digunakan untuk menangani gulma yang tidak dikelilingi oleh tanaman yang Anda sayangi di taman, seperti gulma yang menyembul melalui celah aspal atau trotoar, atau tumbuh di antara batu teras.

Kimia Garam: Cara Kerja Garam untuk Membunuh Gulma

Garam (natrium klorida) berfungsi membunuh gulma dengan cara membuat tanaman dehidrasi dan mengganggu keseimbangan air internal sel tanaman. Karena garam larut dalam air, garam paling efektif digunakan jika dicampur dengan air karena akan memudahkan gulma menyerapnya. Natrium klorida sangat beracun bagi semua tanaman, oleh karena itu penerapannya harus hati-hati. Secara umum, garam paling baik digunakan sebagai herbisida untuk berkebun skala kecil atau pengendalian gulma.

Cara Menggunakan Garam sebagai Herbisida

Garam paling efektif sebagai herbisida bila dicampur dengan air. Kekuatan campuran air asin yang disarankan bergantung pada lokasi yang Anda rencanakan untuk mengaplikasikan herbisida. Jika Anda mengoleskan garam pada gulma di kebun dengan tanaman lain yang tidak ingin Anda bunuh, Anda harus mulai dengan campuran yang lebih lemah, seperti campuran garam dan air dengan perbandingan 1:2.

Alternatifnya, jika Anda mengaplikasikan garam di area yang kesehatan tanahnya dalam jangka panjang tidak menjadi masalah (seperti di antara batu teras, retakan di jalan masuk, dll.), campuran yang lebih kuat dapat dibuat seperti perbandingan 2:1. atau 3:1. Jumlah garam yang banyak tentunya akan mempengaruhi tingkat pH tanah seiring berjalannya waktu dan dapat menyebabkan tanah menjadi steril.

Larutan air asin harus diaplikasikan langsung ke dedaunan gulma. Hindari merendam akar dengan campuran tersebut untuk melindungi tanah dan tanaman di sekitarnya. Air garamnya bisa diaplikasikan menggunakan botol semprot, atau bisa juga dituangkan dari wadah. Jika ada tanaman lain di dekatnya, sirami tanaman tersebut dengan banyak air setelah mengaplikasikan herbisida pada gulma untuk menghilangkan air asin yang masuk ke dalam tanah di sekitarnya. Di petak bunga dan kebun sayur yang jaraknya sempit, pengolahan air garam tidak disarankan.

 

Kirim permintaan

whatsapp

skype

Email

Permintaan